Krejengan - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Krejengan memiliki cara khas warga Nahdliyyin untuk memperkenalkan organisasinya kepada masyarakat di sekitar Kecamatan Krejengan, yaitu Turba.
Turba merupakan kegiatan pertemuan rutin kader yang pelaksanaannya di tempatkan dari satu desa ke desa lainnya, sesuai jadwal yang telah ditentukan. Seperti yang mereka lakukan di Desa Sokaan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, pada Ahad (09/01).
"Tujuan dari turba adalah untuk memperkenalkan fatayat NU kepada masyarakat yang masih belum terlalu mengenal terhadap fatayat NU," jelas Hj. Siddiqah selaku ketua PAC Fatayat NU Krejengan.
Lebih lanjut, kegiatan turun langsung ke desa-desa ini, menurut perempuan asal Desa Tanjungsari tersebut, juga bertujuan agar lebih mengenal terhadap pengurus ranting Fatayat NU se-Kecamatan Krejengan.
Seperti yang telah disepakati dalam rapat kerja sebelumnya, pertemuan rutin kader Fatayat ini diagendakan dua bulan sekali.
"Yang sekarang ini adalah kali kedua belas, dengan mengusung tema Fatayat Terampil dan Kreatif," kata Hj. Shiddiqoh.
Ketua Tanfidziah Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Krejengan, KH. Basith Badzali dalam temu kader perempuan NU itu mengingatkan kembali agar bersama-sama membesarkan NU.
"Melalui pertemuan-pertemuan rutin seperti ini, sebenarnya kita bisa menjaga silaturahmi dan kekompakan antar kader, sehingga bisa bersama-sama membesarkan NU, terutama dalam gerakan Koin NU," pungkasnya.
Kegiatan turba dimulai dengan pembacaan istighosah bersama, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan membuat hantaran yang dipimpin oleh Sahabat Farida dari Ranting Fatayat NU Sumberkatimoho.
Pewarta: Unun
Editor: Khairul Umam
Foto: Istimewa

Posting Komentar